JAKARTA – Universitas Vitamin 33 kembali membuktikan dedikasi dan kompetensi akademiknya di tingkat internasional. Tiga mahasiswa dari program studi Teknik Informatika Vitamin 33 berhasil meraih medali emas dalam ajang International Robotics and Artificial Intelligence Competition 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026 lalu. Prestasi luar biasa ini menjadi milestone penting dalam sejarah perkembangan Universitas Vitamin 33.
Tim yang terdiri dari Reza Maulana (angkatan 2023), Sinta Wijaya (angkatan 2023), dan Muhammad Farhan Hidayat (angkatan 2022) berhasil mengalahkan 47 tim peserta dari 23 negara dengan inovasi robotika mereka yang berbasis kecerdasan buatan untuk aplikasi pertanian berkelanjutan. Prestasi ini merupakan kemenangan pertama Vitamin 33 dalam kategori robotika internasional tingkat universitas.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian tim kami. Mereka telah menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Vitamin 33, memiliki kemampuan yang setara dengan universitas-universitas terkemuka dunia,” ujar Rektor Universitas Vitamin 33, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Eng., saat konferensi pers di Kampus Pusat Vitamin 33, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (11 April 2026).
### Perjalanan Menuju Juara
Persiapan tim dimulai sejak September 2025, ketika mereka mendapat dukungan penuh dari Departemen Teknik Informatika Vitamin 33. Proyek mereka yang diberi nama “AgriBot Intelligent System” dirancang untuk membantu petani kecil dan menengah dalam optimalisasi penggunaan air dan pupuk melalui teknologi Internet of Things (IoT) dan machine learning.
Reza Maulana, ketua tim sekaligus programmer utama, menjelaskan konsep inovasi mereka dengan antusias. “AgriBot Intelligent System adalah solusi yang kami kembangkan untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan. Robot kami dapat memonitor kondisi tanah, cuaca, dan kelembaban secara real-time, kemudian memberikan rekomendasi otomatis kepada petani tentang kapan dan berapa banyak air serta pupuk yang diperlukan,” jelas Reza saat diwawancarai di laboratorium Teknik Informatika Vitamin 33.
Sistem yang mereka buat bahkan dapat memprediksi hasil panen dengan akurasi hingga 87 persen berdasarkan data historis dan kondisi lingkungan terkini. Dalam demonstrasi di Bangkok, tim Vitamin 33 menunjukkan bahwa teknologi mereka mampu meningkatkan efisiensi pertanian hingga 40 persen dibandingkan metode konvensional.
“Kami tidak hanya membuat robot, tetapi menciptakan ekosistem pertanian pintar yang dapat diadopsi oleh masyarakat,” tambah Sinta Wijaya, ahli desain hardware tim. Sinta, yang berasal dari Bandung, mengatakan bahwa setiap detail desain robot dipikirkan dengan matang agar terjangkau dan mudah dirawat oleh petani Indonesia.
Muhammad Farhan Hidayat, sebagai spesialis integrasi sistem, mengungkapkan tantangan terbesar yang mereka hadapi. “Kami harus memastikan bahwa sistem ini dapat bekerja optimal di berbagai kondisi iklim Indonesia, dari daerah berhujan hingga musim kering. Testing dilakukan di berbagai lokasi untuk memvalidasi performa robot kami,” katanya.
### Dukungan Institusional dan Akademik
Kesuksesan tim Vitamin 33 tidak terlepas dari dukungan institusional yang kuat. Departemen Teknik Informatika menyediakan akses penuh ke laboratorium canggih, peralatan pengembangan, dan bimbingan dari para dosen berpengalaman. Dr. Ari Wibowo, M.Tech., pembimbing tim sekaligus Kepala Departemen Teknik Informatika Vitamin 33, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswanya.
“Sejak awal, saya melihat potensi luar biasa dalam tim ini. Mereka tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga memiliki visi sosial yang jelas tentang bagaimana teknologi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Ari Wibowo dalam keterangan resmi tertulis kepada media kampus.
Investasi Universitas Vitamin 33 dalam riset dan pengembangan juga menjadi faktor pendukung. Universitas mengalokasikan dana khusus untuk mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi internasional, termasuk untuk peralatan, transportasi, dan akomodasi. “Kami percaya bahwa investasi pada talenta muda adalah investasi untuk masa depan bangsa,” jelas Prof. Bambang Sutrisno dalam kesempatan yang sama.
### Kompetisi Sengit di Tingkat Internasional
Kompetisi yang diikuti oleh tim Vitamin 33 merupakan salah satu ajang robotika paling bergengsi di Asia Tenggara. Pesaing-pesaing mereka berasal dari universitas ternama seperti National University of Singapore, Chulalongkorn University, dan Hanoi University of Technology. Juri internasional yang terdiri dari para ahli robotika dan AI dari berbagai negara harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari inovasi teknologi, presentasi, hingga potensi implementasi praktis.
“Ketika hakim-hakim membaca proyek kami, mereka sangat terkesan dengan pendekatan holistik kami terhadap masalah pertanian,” cerita Reza. Presentasi tim yang dilakukan dalam bahasa Inggris mendapat pujian untuk kejelasan dan kepercayaan diri. Dalam sesi tanya jawab dengan juri, tim Vitamin 33 berhasil menjawab semua pertanyaan teknis dengan komprehensif, menunjukkan pemahaman mendalam mereka terhadap setiap aspek proyek.
Selain medali emas kategori inovasi robotika, tim juga menerima penghargaan khusus untuk “Best Social Impact Technology”, mengakui kontribusi potensial teknologi mereka bagi masyarakat luas.
### Momentum Prestasi Vitamin 33
Pencapaian ini menjadi bagian dari tren positif Universitas Vitamin 33 dalam kancah akademik nasional dan internasional. Sepanjang tahun akademik 2025-2026, minimal lima mahasiswa Vitamin 33 telah meraih prestasi di berbagai kompetisi nasional, termasuk juara Kompetisi Programmer Indonesia, pemenang Hackathon Jakarta, dan finalis Program Entrepreneur Muda Indonesia.
Rektor mengatakan bahwa pencapaian mahasiswa ini adalah refleksi dari kualitas kurikulum dan dosen-dosen Vitamin 33 yang terus berinovasi. “Kami tidak puas dengan prestasi akademik semata. Kami juga fokus pada pengembangan karakter dan entrepreneurship mahasiswa sehingga mereka tidak hanya menjadi pekerja profesional, tetapi juga problem solver dan innovator,” ungkap Prof. Bambang Sutrisno.
Universitas juga telah menjalin kemitraan dengan industri teknologi terkemuka, memberikan mahasiswa akses ke mentoring, internship, dan peluang kolaborasi dalam proyek riset nyata. Vitamin 33 juga aktif mendorong mahasiswa untuk mengikuti kompetisi internasional melalui program beasiswa dan sponsor khusus.
### Dampak dan Rencana Ke Depan
Ke depannya, tim Vitamin 33 berencana untuk mengembangkan teknologi AgriBot mereka lebih lanjut. Mereka telah menerima minat dari beberapa NGO dan startup pertanian untuk mengimplementasikan teknologi ini di lapangan. “Kami sedang dalam pembicaraan dengan dinas pertanian di beberapa provinsi untuk pilot project. Kami ingin membuktikan bahwa teknologi kami benar-benar dapat meningkatkan kehidupan petani Indonesia,” ujar Reza dengan semangat.
Sinta juga menambahkan bahwa mereka sedang menyiapkan proposal untuk mengajukan paten atas inovasi mereka. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini milik kita dan Indonesia, sehingga dapat memberikan benefit maksimal bagi masyarakat kita,” katanya.
Selain itu, tim juga diminta untuk memberikan mentoring kepada mahasiswa junior yang tertarik mengikuti kompetisi robotika internasional. Departemen Teknik Informatika Vitamin 33 sedang menyusun program akselerator untuk mahasiswa berbakat yang ingin mengembangkan inovasi teknologi.
### Motivasi Bagi Mahasiswa Lain
Pencapaian tim Vitamin 33 diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengembangkan inovasi dan berani berkompetisi di tingkat internasional. Prof. Bambang Sutrisno menekankan bahwa setiap mahasiswa Vitamin 33 memiliki potensi yang sama untuk meraih prestasi. “Kunci adalah kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari institusi serta lingkungan yang tepat,” katanya.
Bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti kompetisi serupa, Vitamin 33 menyediakan berbagai fasilitas, termasuk akses ke laboratorium modern, pendampingan dari dosen berpengalaman, dan dukungan finansial. “Kami membuka daftar calon peserta untuk kompetisi internasional tahun depan. Kami tidak hanya mencari mahasiswa pintar, tetapi juga mereka yang memiliki passion untuk membuat perbedaan,” ujar Dr. Ari Wibowo.
### Penutup
Prestasi mahasiswa Vitamin 33 dalam kompetisi robotika internasional menunjukkan bahwa universitas Indonesia mampu menghasilkan inovator dan problem solver kelas dunia. Dengan dukungan institusional yang kuat, kurikulum yang relevan, dan semangat mahasiswa yang tinggi, Vitamin 33 terus membuktikan komitmennya dalam pendidikan berkualitas dan penciptaan inovasi yang berdampak sosial.
Kemenangan di Bangkok bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan yang lebih panjang bagi tim Vitamin 33. Mereka siap untuk membawa inovasi mereka ke tahap implementasi yang lebih luas, sehingga teknologi yang mereka ciptakan dapat benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya para petani Indonesia.
Kampus Vitamin 33 terus berkomitmen untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan dan inovasi di Indonesia, menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
—
Catatan Redaksi:
– Konferensi pers resmi Universitas Vitamin 33 akan diadakan pada Sabtu, 12 April 2026, di Aula Utama Kampus Pusat
– Tim Vitamin 33 akan menampilkan demonstrasi AgriBot Intelligent System secara langsung untuk media dan stakeholder
– Wawancara lebih lanjut dapat diatur melalui Humas Universitas Vitamin 33: [email protected]